BBm Naik, saya naik bis pengangkut kambing

Wed, 21 May 2008 | informasi | 233 views |

Saya bener bener dibikin pusing tujuh keliling oleh gas elpiji, langkanya elpiji se antero Bandung ini membuat keluarga saya tidak masak dan tidak beraktivitas didapur selama hampir 7 hari. Mau diganti ke kompor minyak pun, bahan bakar minyak tanahnya tidak ada, so haruskah saya mengganti energi dengan kayu bakar, lalu dimana saya harus mencari kayu bakar? apa harus memotong dulu pintu dan jendela rumah ? Tolonglah Pemimpin negara ini melihat dan berpihak pada rakyat kecil, saya kok merasa kita ini kembali ke jaman penjajahan.

Lalu sekarang pun BBM naik, Harga premium yg berkisar 4500 sekarang menjadi 6000 rupiah, Untuk saya pribadi ini sangat memberatkan, saya yakin diluar sana juga banyak yang merasakannya kecuali lintah darat dan pejabat yang tidak pernah tahu dan merasakan bagaimana kelaparan.Naiknya BBm ini tentu saja mengakibatkan naiknya transportasi angkutan umum, ojek dan taksi. bagi mereka yang bisa mengendarai motor mungkin ongkos tak terlalu dirasakan berat, lain lagi dengan pengguna transportasi umum.

Kemarin sepulang jalan jalan dengan Mama, saya mencoba naik Bis kota Damri yang “pemerintah bilang ” disediakan untuk Masyarakat. Lalu setelah menunggu hampir 1 jam Bis pun muncul, aih pemeritah, apa pemerintah tuh mikir bis seperti ini layak jalan? Bis Bandung itu mayoritas reyot reyot pantasnya sih dikubur saja. Sudah Reyot miring, Bau dan uncomfortable. Murah sih murah tapi kok fasilitasnya seperti buat bis pengangkut kambing, kalau memang pemerintah menyarankan untuk naik umum, perhatikan dong fasilitasnya, perbaiki bisnya, rute jalannya, waktu dan armadanya , kenyamanan yang ideal , kami kan juga bayar pajak. Pemerintah tuh kerjanya apa sih selain pidato ? Bikin kesel deh…

Popularity: 72% [?]



Leave a Comment

:) :( :d :"> :(( \:d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- more »

blank