Mertua Vs Menantu

Tue, 27 May 2008 | Myself | 394 views |

Kasus Mertua dan Menantu bukanlah menjadi hal tabu untuk diperhatikan, karena setiap individu suatu ketika akan ada ditahap itu. Beruntung bagi siapa saja yang memiliki hubungan sehat dan ideal antara mertua dan menantu, Tapi tak sedikit juga yang memiliki hubungan sangat terbatas diantara keduanya. Sebenarnya seperti apa sih kelayakan hubungan mertua dan menantu ?


Sebuah hubungan saya rasa akan berjalan dengan baik, apabila terjadi kesadaran pemikiran dan emosi dari pihak pihak terkait, ketika mertua dan menantu ini menyadari pola pikir yang baik, maka tidak sulit bagi keduanya untuk bisa saling menyelaraskan. Namun sebaliknya jika mertua dan menantu ini tidak memiliki “kesadaran pikiran dan emosi” ini merupakan sebuah konflik yang perlu dicari jalan keluarnya.

Siapakah mertua ? Mertua adalah orang tua pasangan kita, merekalah sosok yang paling berjasa dalam membesarkan dan membimbing pasangan kita .Maka Sudah” wajib” hukumnya bagi seorang menantu ikut berbakti dan memuliakan mertuanya, karena tanpa mertua mana mungkin terlahir pasangan kita!

lalu siapakah menantu ?? Menantu adalah teman hidup seorang anak, dialah seorang yang dicintai dan menjadi sumber inspirasi hidup sang anak untuk mendapati kebahagiannya. Maka “layak” hukumnya seorang mertua menghormati dan menyayangi menantunya, karena tanpa menantu anaknya juga tidak akan bahagia.

Mengapa konflik terjadi ? Konflik biasanya terjadi ketika mertua dan menantu tak bisa meyelaraskan diri, biasanya karena mereka tidak menemukan kesadaran pemikiran yang akhirnya menimbulkan sikap dominan. Entah mertua menekan menantu , atau sebaliknya menantu bengal pada mertua.

Mertua biasanya lebih umum bersikap dominan dibanding menantu, karena hukum ” wajib tadi”. Banyak kasus mertua merasa tidak “sreg” dengan menantunya dengan alasan seperti “sinetron” yaitu penampilan, pendidikan, latar belakang keluarga, ekonomi sang menantu. Tentu saja pemikiran seperti ini harus segera diubah agar tidak memunculkan sikap yang akan melukai menantunya, karena jika terus menerus bergesekan bukan tidak mungkin menantu akan kehilangan rasa hormat dan sayang pada mertuanya.
lalu bagaimana jika menantu yang ” bengal “pada mertuanya? Tentu saja ini juga tidak benar, Bagaimanapun wajib hukumnya bagi seorang menantu menghormati mertuanya.

Bagaimana menghadapi konflik ini ? Ini tidak bisa dibiarkan, mertua dan menantu tidak boleh saling menyakiti, akan diperlukan seseorang yang menjembatani masalah ini. Mertua perlu diberikan pengertian, begitupun dengan menantunya. Mungkin pengertian bisa disampaikan oleh siapapun baik orang luar maupun kerabat asalkan orang tersebut netral dan bijaksana.Lalu bagaimana sikap anak sekaligus pasangan , disinilah dia perlu bersikap extra adil dan hati hati dalam menyikapi masalah mertua dan menantu , jangan sampai melukai orang tua maupun pasangannya karena ketika hubungan mertua dan menantu itu semakin meruncing biasanya akan berujung kehancuran rumah tangga. Lalu bagamana dengan Tarie ?

Popularity: 100% [?]



Leave a Comment

:) :( :d :"> :(( \:d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- more »

blank