Wed, 19 Nov 2008 | Myself, kisah sejati | 103 views | 
Beberapa waktu lalu saya terenyuh dengan sikap suami saya, pasalnya waktu itu dini hari pukul 01.30, Udara dingin, lembab oleh sisa sisa guyuran hujan. Kami dibangunkan dengan berita buruk dari seorang kerabat yang sakit. Saya dan suamipun bergegas pergi menuju rumah kerabat yg sakit itu yang jaraknya sekitar 200 meter dari tempat tinggal kami.
Melihat keadaan saudara saya, hati kami sangat bersedih, Saya pun menyempatkan membacakan surat Yassin untuk kesembuhan beliau. Sesekali saya merasakan tangan suami saya mengelus punggung saya, hingga beberapa menit saya tahu dia sudah tak ada dibelakang saya, Dia kembali kerumah kami . Lalu saya berpikir bagaimana saya pulang tengah malam begini ??dingin sekali !kemana dia ?? biarlah saya teruskan mengaji .Pikir saya
Beberapa menit kemudian, diujung pintu saya melihat suami saya datang kembali seraya tersenyum, dia pun memberikan saya sebotol minuman hangat seraya berkata ”ini susu coklat panas supaya perut Tarie ga dingin” ( ya susu coklat memang minuman rutin dan favorit saya) tapi ditengah malam sambil berjalan keluar dingin siapa yang akan ingat membuatkannya ??Saya tertegun, ingin rasanya menangis memeluk dia , saya balik bertanya” siapa yang buat ?? ” dan diapun menjawab ” Adit , Adit kwatir perut Tarie sakit karena udara dingin.
Tanpa memperlihatkan terharu saya, saya pun berlalu sambil mengucapkan terima kasih. Dalam hati saya berbisik Terima kasih Tuhan mengaruniakan harta terindah untuk saya yaitu seorang suami yang sangat peduli, dan sayapun menghapus titik airmata saya dan berharap memeluknya segera. Saya tidak akan pernah melupakan moment indah itu.
Popularity: 22% [?]
Leave a Comment