Siang ini, ketika makan siang saya mendapat telepon dari Malaysia, saya berpikir itu adalah rekan bos saya yang memiliki keperluan. Tiba tiba makan saya terhenti, jauh diseberang sana seorang ibu sedikit menyolot memperkenalkan namanya. Dia panik dan tampak stress. Ternyata dia adalah istri seorang kenalan yang saya jumpai setahun lalu dirumahnya di Jakarta. Saya ingat Si Ibu menjamu makan siang saya dengan baik, saat itu saya datang untuk tawaran pekerjaan dari suaminya.Dia tampak seorang wanita cantik, alim dan bersahaja. Saya berpikir mereka adalah sosok keluarga yang harmonis dan bisa diteladani. Walaupun akhirnya tawaran kerja membuat konsultan itu saya tolak karena  belakangan saya tahu sang istri merasa jealous dengan keberadaan saya . Dan saat itulah menjadi pertemuan pertama dan terakhir kami dengan keluarga” Cuk”
Dengan sedikit mendikte dan membentak dia mulai menanyakan tentang diri saya, kapan menikah ? siapa suami saya ? pekerjaan saya ? sms lebaran saya ? email saya ? hingga saya mendelik dan bertanya ada apa ini ?? ada keperluan apa anda menelepon saya ? diapun menjawab : kamu suka sms ya dengan suami saya? Itu masalahnya? Saya pun menjawab tidak Bu, kemudian tuduhan dia bertubi tubi seolah saya ini pengejar kakek tua. Saya pun tersenyum dan mendengarkan perkara dia sampai habis.

Begitu dia lelah meyerang tuduhannya pada saya, sayapun menjawab, saya tidak tau dan tidak pernah kontak dengan suami ibu, saya tidak pernah tertarik dengan suami ibu, yang maaf maaf bukan tipe dan level saya. Jika ibu tidak percaya ibu tanyakan saja ini pada suami saya ? dia tahu semua kawan dan rekan rekan saya, tidak ada yg saya sembunyikan darinya. dia pasti hanya akan tertawa menanggapi masalah ini

Lalu mengapa suami saya tahu banyak tentang kamu dan menyimpan baik no handphone kamu ? dia bertanya penasaran . Bu saya memiliki website pribadi www.pancaroba .com Jangan kan suami ibu yang bisa mengakses kehidupan saya di internet, seisi duniapun bisa. Bahkan saya berharap Barack Obama singgah di Situs ini ;)

Setelah bicara dari hati ke hati suaranya melemah bahkan jadi ajang curhat dan dia mulai berbicara keadaan keluarganya yang kisruh. Ternyata Si Istri sudah kehilangan kepercayaan karena suaminya sering berkhianat dengan berselingkuh dengan wanita lain. Dari sisi perempuan saya cukup mengerti betapa sakitnya dia, namun saya juga menyayangkan mengapa dia harus menteror setiap wanita yang tidak bersalah dan tidak tahu apa apa tentang kehidupan suaminya. Mengapa dia tidak mencari tahu dengan teliti sehingga tidak menimbulkan sakit pada yang lain. Bukankah ini juga mempermalukan diri dan aib keluarganya?

Saya tidak bisa berbuat banyak, itu benar benar urusan rumah tangga orang lain, saya hanya berkata : Bersabarlah Bu demi anak anak, jika sudah tak tahan sembuhkanlah diri ibu sendiri. Lalu doa saya pada Tuhan ” Semoga suami dia tidak gemar selingkuh dan main wanita.” Karena saya tahu itu neraka bagi wanita dan saya tak mau kena getahnya lagi.

Namun sekarang saya tersenyum ketika si Ibu meminta suami saya mengSMS Mr CUk agar tidak menghubungi saya lagi, karena memang Mr Cuk tidak pernah menghubungi saya? apanya yang harus dimasalahkan? dan jikapun iya dia menelepon, suami saya tidak akan meng SMS apalagi memarahinya karena dia bukan orang arogan dan pencemburu buta apalagi dia percaya saya tidak akan berbuat macam macam. Hah hari yang unik.

Popularity: 22% [?]



Comments

  1. 1
    alex
    1 Dec 2008, 1:39 pm

    :)):)):))
    ngeri tari skrg.. levelnya jdi cemburuan ibu2 rumah tangga, pake di sangka selingkuh segala

    btw dah nikah belum?

  2. 2
    tarie
    1 Dec 2008, 4:18 pm

    Hallo Lex..

    Biasalah kalau seleb ya nasibnya begini :))

Leave a Comment

:) :( :d :"> :(( \:d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- more »

blank